Sahabat
Suatu hari di suatu
kota terdapat 3 orang sahabat yang telah lama bersama sama sejak kecil , 3
orang itu bernama tika, dila , dan putri. Merwka adalah sahabat yang sangat
dekat dan sangat akrab. Bagaimana tidak, mereka telah bersama sama sejak mereka
duduk di bangku SD samapai sekarang mereka telah menginjak bangku SMA.
Hari-hari mereka selalu
mereka habiskan bersama-sama untuk bermain, belajar, ataupun melakukan hal-hal
lain nya yang mereka inginkan. Tetapi ketika mereka menginjak bangku SMP mereka
kini berneda sekolah, tika dan putri di SMP A dan dilah di SMP B, awalnya
walaupun mereka berbeda sekolah mereka masih tetap seperti biasa saja, namun
lama kelamaan mereka mulai jarang bersama-sama karena disibukkan dengan tugas
masing-masing. Dan saat menginjak bangku kelas 9, 3 sahabat itu semakin jarang
saja untuk bersama dan kini mereka tinggal 2 orang saja, menyisakan putri dan
tika saja. Sementara dila hanya sesekali saja mengunjungi tika dan putri,
itupun hanya untuk meminta bantuan akan kesulitan yang ia alami saja.
Melihat tingkah dila
yang semakin lama semakin menjauhi mereka, tetapi tika dan putri tidak pernah
merasa benci ataupun kecewa akan tingkah
sahabat nya itu. Justru prasangka mereka adalah "mungkin si dila sibuk
dengan tugas dan kesibukan lain nya". Begitulah fikir mereka sebagai
sahabat yang baik. Tetapi kenyataan berkata lain, dila adalah sebalik nya dari
yang mereka fikirkan, dila lebih mementingkan teman-teman baru nyayang baru ia
kenal dan seringkali melupakan kewajiban nya untuk belajar, padahal waktu itu
ia duduk dikelas 9 yang tidak lama lagi akan melaksanakan UN (Ujian Nasional),
ketika tika dan putri serimg belajar bersama, dila justru malah asyik
bersenang-senang dan bermain bersama teman teman barunya. Bukannya tika dan
putri tidak mengajak dila untuk belajar bersama, melainkan dila yang selalu menghindar
dan selalu beralasan untuk tidak belajar/berkumpul bersama-sama lagi. Perlakyan
dila yang seperti ini lantas tidak membuat tika dan putri merasa benci atau
kecewa terhadap dila, tetapi malah semakin sering untuk mengajak belajar dan
berkumpul bersama-sama lagi. Namun dila tidak berubah karena dia sudah terlalu
banyak terpengaruh oleh teman-teman barunya itu yang selalu mengajaknya
bermalas-malasan bersenang-senang, bahkan tidak jarang mereka membolos udari
sekolahnya hanya untuk bermain ke suatu mall di kota tersebut.
Waktu terus berlalu dan
hari ujian pun tiba, ketika dan putri menghadapi ujian dengan penuh persiapan,
hal ini berbanding terbalik dengan dila yang menghadapi UN tanpa persiapan
sedikitpun, dan setelah ujian berlangsung beberapa minggu kemudian merekapun
mendapatkan hasil yang mereka kerjakan, betapa terkejutnya dila karena dia
mendapatkana hasil yang bisa dibilang sangat pas-pasan, karena rata-rata nilai
nya hanya cukup untuk syarat kelulusan saja. Sementara tika dan putri cukup
mendapatkan hasil yang sangat memuaskan, karena masing-masing dari mereka
mendapatkan ranking ke 1 dan ke 2 di sekolah nya.
Hal ini membuat tika
dan putri merasa kasihan kepada sahabatnya itu, karena dulu saat mereka duduk
di bangku sekolah dasar, mereka selalu bergantian mendapat rangking 1,2, dan 3.
Tetali setelah memasuki Sekolah Menengah Pertama, peringkat dan prestasi dila
semakin turun dan terpuruk karena pengaruh dari teman-teman barunya itu.
Sebagai sahabat yang
baik tika dan putri pun berfikir untuk kembali membuat dila ke diri dila yang
seperti dahulu, dila yang rajin , dila yang giat dalam belajar , dan dila yang
selalu ada disaat teman-temannya membutuhkan nya. Bukan dila yang malas , yang
bandel dan hanya datang kepada sahabatnya ketika ia butuh saja.
Usaha tika dan putri
untuk membuat dila berubah seperti dulu lagi tidaklah terlalu sulit, karena
hasil UN yang diraih dilah sangat pas-pasan dan ditambah lagi omelan dari kedua
orangtua nya, membuat dila tersadar akan kesalahan nya yang terdahulu. Sehingga
saat ini dila mulai kembali rajin untuk belajar dan sekarang dila, tika , dan
putri kembali selalu bersama lagi dan di sekolah yang sama untuk belajar dan
melakukan hal positif lainnya bersama sama agar mereka lulus dari SMA dengan nilai yang memuaskan dan bekal mereka
di masa depan nanti.
Pesan : "jika perilaku/sifat sahabat mendadak berubah, jangan langsung meninggalkan nya tetapi kita harus menolong dan membantu nya kembali untuk bangkit."
Baca cerita lain nya di
: cerpenkekinian.blogspot.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar