Minggu, 14 Februari 2016

Sahabat



 Sahabat
Suatu hari di suatu kota terdapat 3 orang sahabat yang telah lama bersama sama sejak kecil , 3 orang itu bernama tika, dila , dan putri. Merwka adalah sahabat yang sangat dekat dan sangat akrab. Bagaimana tidak, mereka telah bersama sama sejak mereka duduk di bangku SD samapai sekarang mereka telah menginjak bangku SMA.
Hari-hari mereka selalu mereka habiskan bersama-sama untuk bermain, belajar, ataupun melakukan hal-hal lain nya yang mereka inginkan. Tetapi ketika mereka menginjak bangku SMP mereka kini berneda sekolah, tika dan putri di SMP A dan dilah di SMP B, awalnya walaupun mereka berbeda sekolah mereka masih tetap seperti biasa saja, namun lama kelamaan mereka mulai jarang bersama-sama karena disibukkan dengan tugas masing-masing. Dan saat menginjak bangku kelas 9, 3 sahabat itu semakin jarang saja untuk bersama dan kini mereka tinggal 2 orang saja, menyisakan putri dan tika saja. Sementara dila hanya sesekali saja mengunjungi tika dan putri, itupun hanya untuk meminta bantuan akan kesulitan yang ia alami saja.
Melihat tingkah dila yang semakin lama semakin menjauhi mereka, tetapi tika dan putri tidak pernah merasa benci ataupun kecewa  akan tingkah sahabat nya itu. Justru prasangka mereka adalah "mungkin si dila sibuk dengan tugas dan kesibukan lain nya". Begitulah fikir mereka sebagai sahabat yang baik. Tetapi kenyataan berkata lain, dila adalah sebalik nya dari yang mereka fikirkan, dila lebih mementingkan teman-teman baru nyayang baru ia kenal dan seringkali melupakan kewajiban nya untuk belajar, padahal waktu itu ia duduk dikelas 9 yang tidak lama lagi akan melaksanakan UN (Ujian Nasional), ketika tika dan putri serimg belajar bersama, dila justru malah asyik bersenang-senang dan bermain bersama teman teman barunya. Bukannya tika dan putri tidak mengajak dila untuk belajar bersama, melainkan dila yang selalu menghindar dan selalu beralasan untuk tidak belajar/berkumpul bersama-sama lagi. Perlakyan dila yang seperti ini lantas tidak membuat tika dan putri merasa benci atau kecewa terhadap dila, tetapi malah semakin sering untuk mengajak belajar dan berkumpul bersama-sama lagi. Namun dila tidak berubah karena dia sudah terlalu banyak terpengaruh oleh teman-teman barunya itu yang selalu mengajaknya bermalas-malasan bersenang-senang, bahkan tidak jarang mereka membolos udari sekolahnya hanya untuk bermain ke suatu mall di kota tersebut.
Waktu terus berlalu dan hari ujian pun tiba, ketika dan putri menghadapi ujian dengan penuh persiapan, hal ini berbanding terbalik dengan dila yang menghadapi UN tanpa persiapan sedikitpun, dan setelah ujian berlangsung beberapa minggu kemudian merekapun mendapatkan hasil yang mereka kerjakan, betapa terkejutnya dila karena dia mendapatkana hasil yang bisa dibilang sangat pas-pasan, karena rata-rata nilai nya hanya cukup untuk syarat kelulusan saja. Sementara tika dan putri cukup mendapatkan hasil yang sangat memuaskan, karena masing-masing dari mereka mendapatkan ranking ke 1 dan ke 2 di sekolah nya.
Hal ini membuat tika dan putri merasa kasihan kepada sahabatnya itu, karena dulu saat mereka duduk di bangku sekolah dasar, mereka selalu bergantian mendapat rangking 1,2, dan 3. Tetali setelah memasuki Sekolah Menengah Pertama, peringkat dan prestasi dila semakin turun dan terpuruk karena pengaruh dari teman-teman barunya itu.
Sebagai sahabat yang baik tika dan putri pun berfikir untuk kembali membuat dila ke diri dila yang seperti dahulu, dila yang rajin , dila yang giat dalam belajar , dan dila yang selalu ada disaat teman-temannya membutuhkan nya. Bukan dila yang malas , yang bandel dan hanya datang kepada sahabatnya ketika ia butuh saja.
Usaha tika dan putri untuk membuat dila berubah seperti dulu lagi tidaklah terlalu sulit, karena hasil UN yang diraih dilah sangat pas-pasan dan ditambah lagi omelan dari kedua orangtua nya, membuat dila tersadar akan kesalahan nya yang terdahulu. Sehingga saat ini dila mulai kembali rajin untuk belajar dan sekarang dila, tika , dan putri kembali selalu bersama lagi dan di sekolah yang sama untuk belajar dan melakukan hal positif lainnya bersama sama agar mereka lulus dari SMA  dengan nilai yang memuaskan dan bekal mereka di masa depan nanti.




Pesan : "jika perilaku/sifat sahabat mendadak berubah, jangan langsung meninggalkan nya tetapi kita harus menolong dan membantu nya kembali untuk bangkit."

Baca cerita lain nya di : cerpenkekinian.blogspot.co.id